Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)

Tak sengaja waktu itu menemukan buku ini waktu jalan-jalan di Gramedia, Matraman. Siapa yang tak kenal akan Sitti Nurbaya? Saya kira anak-anak yg saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar pun akan dengan mudah menjawabnya & tahu kisahnya.

Waktu saya saat SD dulu, seingat saya kisah Sitti Nurbaya ini merupakan wujud persepsi akan orangtua yg memaksakan kehendak terhadap anaknya untuk menikah dengan seseorang yang tidak dicintainya, alias kawin paksa. Apakah memang demikian adanya?


Resensi:

Setelah membaca novel ini sendiri, saya baru tahu bahwa yang dimaksudkan oleh Marah Rusli tidak begitu adanya. Dibuku itu disebutkan bahwa Sitti Nurbaya melalui beberapa pertimbangan memutuskan rela menikah dengan Datuk Meringgih agar hutang-hutang ayahnya lunas. Ayahnya sendiri tidak pernah memaksa Sitti Nurbaya untuk bersedia menikah dengan Datuk Meringgih, kalaupun Sitti menolak ayahnya akan mencari jalan lain. Bukankah itu wujud orangtua yg dijaman sekarang cukup demokratis?

Yang lebih ditekankan oleh Marah Rusli, menurut pendapat saya adalah kisah kasih tak sampai Sitti Nurbaya & Samsulbahri. Dimana sampai akhir hayat Sitti Nurbaya, mereka berdua meski saling mencintai tidak bisa hidup bersama.

Hal lain yang baru saya ketahui setelah membaca novel ini yakni sebenernya siapa yg tokoh baik, Samsulbahri atau Datuk Meringgih? Dari sudut pandang perjuangan melawan penjajah Belanda, tentulah mudah ditebak bahwa Datuk Meringgih berperang melawan Belanda meski dengan alasan pribadinya sendiri. Sedangkan Samsulbahri malah menjadi tentara Belanda yang datang ke kota Padang untuk melakukan tindakan pemadaman pemberontakan yg dilakukan masyarakat Padang karena tidak menyetujui aturan pajak yg ditetapkan Belanda.

 

Data Buku:

Rusli, Marah

Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai / Marah Rusli. – cet. 43 – Jakarta: Balai Pustaka, 2009.

Vii, 334 hlm ; ilus ; 20.5 cm. – (Seri BP no. 575)

I. Fiksi I. Judul II. Seri

ISBN 979 – 407 – 167 – 6

Blogged with Flock

Tags: , , ,

About Ricoh Sanusi

panggil saya Ricoh, Sanusi bukan nama keluarga

Posted on Desember 22, 2009, in foto foto. Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. nah,,,betul kan? sitti nurbaya bukan kisah sebuah pemaksaan kehendak orang tua kok…:)

  2. kasih tak sampai?????

  3. saia juga kabur informasinya?

    lalu apakah siti dan samsul melakukan hal2 lain selain hanya saling mencintai?

  4. hmmmm kira2 hal apakah????

  5. okelah kalo begitu

  6. okelah kalo begitu😛

  7. bener banget tuh makanya harus baca novelnya dulu baru ngerti cerita yang sebenernya…

  8. bro mau tanyak neh tolong di bles ya ?
    keunggulan dan kelemahan novel ini apa ya??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: