![]()
photo by wikipedia
Sumbangan Indonesia untuk Dunia
Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. Di mana pun ada yang mulia dan jahat… Kau sudah lupa kiranya, Nak, yang kolonial selalu iblis. Tak ada yang kolonial pernah mengindahkan kepentingan bangsamu. - Pramoedya Ananta Toer -
Back Cover:
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusasteraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda.
Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Pembagian ini bisa juga diartikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa periode.
Roman kedua Tetralogi, Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah Pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan di selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan, Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seorang aktivis pergerakan Tionghoa, korespondesnisnya dengan keluarga De La Croix (Sarah, Miriam, Herbert), teman Eropanya yang liberal, dan petuah-petuah Nyai Ontosoroh, mertua sekaligus guru agungnya, kesadaran Minke tergugat, tergurah, dan tergugah, bahwa ia adalah bayi semua bangsa dari segala jaman yang harus menulis dalam bahasa bangsanya (Melayu) dan berbuat untuk manusia-manusia bangsanya.
About the Book:
Anak Semua Bangsa
Pramoedya Ananta Toer
Diterbitkan dan diluaskan oleh
Lentera Dipantara
Multi Karya II/26 Utan Kayu, Jakarta Timur, Indonesia 13120
Telp./Faks. +62-21-8509793
Desain Sampul: Ong Hari Wahyu
Editor: Astuti Ananta Toer
Layout: Tim Lentera Dipantara
Cetakan 8, April 2006
Cetakan 9, Mei 2007
Cetakan 10, April 2008
ISBN: 979-97312-4-0
Dicetak oleh: Percetakan Grafika Mardi Yuana, Bogor.
***
Baca juga:
Bumi Manusia, Roman Pertama dari Tetralogi Buru.
Blogged with Flock
Tags: PramoedyaAnanta Toer, Tetralogi Buru, Roman Anak Semua Bangsa



Maret 2, 2009 pada 1:34 am
harga bukunya, kalau ga salah kemarin tuh 80ribu.
Maret 11, 2009 pada 6:14 am
wow.. ama enny arrow bagus mana dek coh?
Maret 11, 2009 pada 7:34 am
bagusan nana cheung dong
Maret 11, 2009 pada 10:50 am
lum pernah lihat, makanya bagi2 dunk..
Maret 12, 2009 pada 11:10 am
punya softkopinya gak dab? kl punya.. ngopi donk :d
Maret 12, 2009 pada 11:12 am
no piracy, dab!!!!!
huahahahaha