Pintu, memang berbeda dengan Jendela-jendela

Nopember 27, 2007

Back Cover :

Novel ini adalah ‘ petualangan’ seorang lelaki yang memiliki mata ketiga, atau indera keenam, yang menyebabkan ia menjadi bagian dari dunia nyata maupun yang ora kasat mata, ‘tak tertangkap oleh mata’.

Dalam rangkaian peristiwa yag menarik ia terlibat dalam sejumlah hubungan dnegan perempuan, di Indonesia maupun di Amerika, yang mencakup kekasih, nenek dan pacar-pacarnya. Kisah cinta murni yang tak pernah kesampaian ini dijalin dengan semacam teknik pengisahan cerita detektif, yang menyebabakan Kita terus-menerus bertanya apa yang akan terjadi selanjutnya.

Bagi banyak pembaca, novel yang ditulis dengan bahasa yang lancar ini pasti memikat antara lain karena ada berbagai faktor kebetulan yang sengaja dipergunakan untuk merangkai peristiwa-peristiwa ini. Novel ini boleh dianggap sebagai semacam ‘lanjutan’ sekaligus langkah lain dari karya Fira sebelumnya, Jendela-jendela. (SAPARDI DJOKO DAMONO).

 

Pintu, memang berbeda dengan Jendela-jendela, mungkin karena ’pintu’ lebih maskulin – sekurangnya melalui tokoh utama yang pria. Cuma saja tokoh pria ini ternyata tahan bicara berlama-lama untu hal kecil. Ini yang pada Jendela-jendela tampak sebagai kekuatan unggul dalam bercerita.

Melalui dan dalam Pintu, Fira Basuki membukakan dunia pengelanaan spiritual, yang kadang tidak masuk akal di mana perubahan waktu bisa berbeda di alam sana.

Dunia leluhur yang bisa ditelusur lewat jalur omongan Yangti, ataupun pengalaman pribadi. Tapi saya rasakan kekuatan dan keanehan dunia itu sebenarnya lebih terwadahi dalam sosok Putri yang – astaga, masak sih? – begitu setia dengan cinta, dengan tulus. Pintu hati seperti ini yang selalu mencegangkan, justru ketika dibuka masih ditinggali tanda tanya. Dan ini yang menyatukan antara ‘pintu’ dengan ‘jendela’, atau ‘apa saja’ yang disodorkan Fira mewarnai Sastra Indonesia. (ARSWENDO ATMOWILOTO).

 

Secara jernih novel Pintu menggiringku pada temuan beragam melalui proses pegalaman batin Bowo yang sangat universal. Sehingga buku ini pun menjadi sumber mata air kearif-arifan itu. (ANI SEKARNINGSIH).

 

Data Buku :

Judul : Pintu

Oleh : Fira Basukiwww.firabasuki.shorturl.com

Penerbit : PT Grasindo

Jl. Palmerah Selatan 22-28, Jakarta – 10270

Tinggalkan Balasan